 |
| ilustrasi |
Mudah untuk anak tengah merasa terlambat terlahir, atau merasa terlalu cepat lahir.
Orangtua yang memiliki lebih dari 2 anak pasti paham masing-masing anak
memiliki karakter yang berbeda-beda. Mereka pun memiliki kebutuhan yang
juga berbeda-beda.
Umumnya, si sulung lebih tertarik kepada kesibukannya sendiri. Si
bungsu, butuh perhatian lebih dari orangtua. Sementara si anak tengah,
bingung harus berbuat apa. Yang bisa ia lakukan antara diam di pojokan
dan menunggu, atau bertingkah untuk mendapat perhatian.
Bagaimana memahami dan menghadapi si anak tengah?
Psikolog yang juga penulis
The New Birth Order,
dr Kevin Leman mengatakan, "Setiap kali ada anak kedua, atau si anak
tengah, gaya hidupnya akan ditentukan melalui persepsinya atas saudara
yang lebih tua."
Alaminya, anak kedua akan mencontoh anak pertama, begitu pun anak ketiga akan mencontoh anak kedua, dan seterusnya.
Namun, menurut dr Leman, "Saat si anak kedua memerhatikan tingkah anak
pertama, ia akan mencoba menciptakan gaya hidupnya sendiri. Karena di
matanya, anak sulung lebih cerdas dan lebih besar darinya, anak tengah
umumnya akan mencoba melejit di bidang lain."
Leman dan beberapa ilmuwan lain memandang, anak tengah adalah anak yang
cukup misterius dan sulit untuk didefinisikan. Sebagian anak tengah
sering merasa mereka "lahir terlalu cepat" atau "lahir terlambat".
Saat anak kedua merasa ia terlahir terlambat, ia akan merasa terlambat
untuk merasakan kenyamanan dan eksklusivitas yang dirasakan anak
pertama.
Jika ia merasa terlahir terlalu cepat, ia terus bertanya-tanya mengapa
terlahir cepat dan mengapa ia tidak bisa merasakan kenyamanan hukuman
melemah yang diberlakukan oleh orangtua terhadap anak ketiga.
Hal-hal semacam ini, menurut Leman, membuat anak tengah sebagai pribadi yang sangat misterius. Hingga muncul istilah
middle child syndrome (sindrom anak tengah).
Yang bisa dilakukan untuk meminimalisir rasa kesendirian dan ketidakadilan yang ada di pikiran anak tengah, coba:
Persiapkan jadwal si sulung
Karena si sulung sering sibuk dengan kegiatannya yang butuh perhatian
dan bantuan dari orangtua untuk menyiapkan kebutuhannya, anak tengah
sering terbengkalai.
Saat jadwal si sulung sudah jelas, Anda sudah bisa memperkirakan
kebutuhan si sulung sehari sebelumnya, dan waktu yang sedikit lowong
bisa Anda siapkan untuk melakukan aktivitas spesial dengan si anak
tengah.
Siapkan jadwal khusus untuk anak tengah
Anak tengah tidak akan pernah tahu apa rasanya untuk menjadi anak
tunggal dan mendapatkan semua perhatian orangtuanya. Ia juga tidak akan
pernah menjadi yang pertama membuat orangtuanya bangga, tetapi ia juga
akan cepat dilupakan begitu ada si bungsu yang lucu.
Kedatangan adik bungsu bisa jadi waktu yang sangat membingungkan bagi
anak tengah. Jadi, pastikan orangtua menyiapkan waktu khusus berdua saja
dengan si anak tengah supaya ia merasa ada dan diperhatikan.
Kreativitas
"Sadarkah Anda, bahwa kebanyakan wirausahawan yang sukses adalah anak tengah?" tanya dr Leman.
Anak tengah adalah tipe pengamat dan pemikir yang cerdas, sekaligus mereka bisa dan akan bertindak, khususnya anak-anak.
Cobalah dorong anak tengah untuk mengekspresikan emosinya dengan cara
kreatif, baik lewat menggambar, bernyanyi, menari, atau menulis. Dengan
memberikan saluran-saluran semacam ini, tak hanya akan membantu anak
mengenali saluran untuk menuangkan frustasi dan kekesalan, tetapi juga
bisa mengalihkan fokus sekaligus memicu minat baru.
source: http://www.beritasatu.com/perempuan/18688-memahami-si-anak-tengah.html